Dua BUMN Akan Masuk Bursa Saham di 2022
Sementara itu, Sejumlah BUMN juga direncanakan akan melakukan aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, antara lain Semen Indonesia Group, Bank BTN, Bank BNI, Krakatau Steel, dan Kimia Farma.
Right issue Semen Indonesia Group, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya melakukan konsolidasi terhadap PT Semen Baturaja yang berlokasi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Perusahaan semen milik negara ini masih berdiri sendiri dan belum bergabung di Semen Indonesia Group sehingga sulit berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan semen swasta nasional dan asing.
“Tidak mungkin Kementerian BUMN membiarkan kondisi Semen Baturaja terus mengalami penurunan, sehingga kalau dikonsolidasikan maka Semen Baturaja ini akan memperkuat footprint semen di wilayah Sumatera Selatan,” kata dia.
Dengan konsolidasi ini, lanjut dia, produk dari Semen Padang tidak perlu lagi masuk Sumsel dan bisa dialihkan untuk kebutuhan ekspor ke luar negeri yang potensinya masih terbuka.
Sedangkan right issue BTN, dinilai penting untuk mengadakan dana murah dalam jangka panjang, seiring tingginya permintaan pasar yang cukup besar.
Untuk BNI, kata dia, right issue diperlukan untuk memperkuat posisinya sebagai bank internasional yang mendorong ekspor nasional dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta diaspora Indonesia di luar negeri yang menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Right issue untuk Krakatau Steel, menurutnya merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN baja yang sudah disepakati.
Kimia Farma juga dipastikan akan melakukan right issue untuk memperkuat ritel dan distribusi terkait dengan ketahanan kesehatan.
