Empat Strategi Erick Thohir Kembangkan Pariwisata Lokal
BUMNINC.COM I Potensi pariwisata lokal ternyata cukup besar. Karena itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, seluruh penyelenggara usaha wisata sebaiknya tidak menomorduakan wisatawan lokal. Wisatawan asal Indonesia menjadi penopang utama pertumbuhan wisata domestik karena 70% dari jumlah wisatawan merupakan turis dalam negeri.
”Sudah seharusnya, kita tidak menomorduakan turis kita sendiri atau turis lokal. Kita selalu terpaku, turis lokal kita selalu dilayani menjadi turis kelas dua. Padahal data-data yang terlihat, pada Pariwisata Nasional, 70% itu merupakan turis lokal. Hanya 30% turis luar negeri. Kita tetap perlu menjaga turis luar negeri, tetapi tanpa menomorduakan saudara – saudara kita yang dikategorikan sebagai wisatawan lokal,” ungkap Erick dalam sebuah kunjungannya ke Samosir, Sumatera Utara, akhir bulan lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah merilis data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk utama pada September 2022 mencapai 538,32 ribu kunjungan, naik 10.768,46 persen dibandingkan dengan kondisi September 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada September 2022 juga mengalami peningkatan sebesar 5,50 persen.
Khusus dengan pengembangan pariwisata di Samosir, Erick mengungkapkan berbagai strategi untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kawasan Danau Toba. Pengembangan pariwisata tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Samosir dan sekitarnya, sehingga muncul sumber-sumber lapangan kerja baru.
Strategi pertama, seperti yang disampaikan juga kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, adalah membangun Museum Bangsa Batak di Samosir. Pulau Samosir merupakan pusat kultural awal Suku Batak, sehingga cocok menjadi pusat pengembangan wisata yang nantinya diharapkan dapat mendorong perekonomian di Kawasan Danau Toba.
