eski Nyaman, Malas Gerak Berbahaya Bagi Kesehatan
3. Resistensi insulin
Menghabiskan 70% waktu harian untuk duduk dan tiduran bisa meningkatkan risiko resistensi insulin, lo. Pasalnya, kebiasaan ini bisa meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga risiko terkena diabetes pun meningkat. Apalagi kalau gaya hidup ini dibarengi dengan mengonsumsi makanan sehat bergula tinggi, seperti es krim, permen, cokelat, atau minuman kemasan.
4. Osteoporosis
Tubuh manusia dirancang untuk bisa bergerak aktif. Maka dari itu, otot dan tulang harus terus dilatih agar tetap sehat dan kuat. Sementara, kebiasaan malas gerak bisa membuatmu kehilangan massa otot. Kepadatan tulang pun akan berkurang. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko osteoporosis, yang membikin Kamu lebih cepat lemas dan lelah, serta tulang keropos lebih cepat.
5. Stroke dan serangan jantung
Sebuah studi dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa aktivitas fisik bisa mengurangi risiko stroke pada pria hingga sebesar 60%. Selain itu, studi lainnya menunjukkan bahwa perempuan yang beraktivitas fisik bisa terhindar dari stroke dan serangan jantung hingga 50%.
Jadi, jika Kamu lebih lama duduk atau berada di posisi yang sama dalam waktu, serta bermalas-maslasan, maka risiko terkena penyakit jantung dan stroke lebih besar dari itu.
Nah, itu dia segelintir risiko yang bisa muncul kalau Kamu malas gerak. Tentu saja Kamu bisa mencegahnya dengan lebih banyak melakukan aktivitas fisik. Menimbang COVID-19 masih melanda, Kamu bisa memulainya dari rumah. Kamu bisa bersih-bersih hingga olahraga untuk sekadar menggerakkan otot dan tulangmu, yang kemudian juga bermanfaat untuk seluruh tubuhmu. Sekali waktu, Kamu bisa jalan-jalan untuk sekadar ke warung atau mengelilingi kompleks. Namun, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, dari menggunakan masker, menjaga jarak, hingga cuci tangan.
