Harga Batubara Menanjak Di Pekan Terakhir 2020
BUMNINC.Com | Harga batu bara membukukan penguatan tipis sepanjang pekan ini, sekaligus memperpanjang kinerja cemerlang yang dicetak sejak pertengahan Oktober lalu.
Dikutip dari data Refinitiv, harga batu bara acuan ICE Newcastle menguat 0,3% sepanjang pekan ini ke US$ 84,5/ton, dan berada di dekat level tertinggi sejak Mei 2019. Meski menguat tipis, batu bara kini mampu membukukan penguatan 10 pekan beruntun, dengan total nyaris 47%, sesuai dengan pengawasan BUMNINC pada Minggu (27/12/2020).
Bulan Lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan HBA pada Desember 2020 naik 7,07% menjadi US$ 59,65/ton dari US$ 55,71/ton pada November 2020.
Berkat kinerja impresif tersebut, harga batu bara secara year-to-date kini mencetak penguatan lebih dari 22% setelah berada di zona merah sejak akhir 24 November lalu.
Pasokan batu bara di China yang ketat membuat harga batu bara terus melesat. Otoritas China terus berupaya mendorong peningkatan pasokan domestik untuk menurunkan harga yang tinggi. Bahkan ketika produksi batu bara bulanan nasional mencatat rekor tinggi pada bulan November, pasar batu bara domestik China tetap sangat ketat, dengan harga pada tingkat yang sangat tinggi.
Konflik antara China dan Australia semakin memanas gegara pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga batu bara.
Seperti diketahui, Australia menyerukan untuk melakukan penyelidikan internasional terhadap virus corona yang berasal dari China, hingga akhirnya menjadi pandemi.
Hubungan kedua negara pun retak, padahal keduanya merupakan mitra strategis. China merupakan pasar ekspor terbesar Australia. Pada 2018-2019 saja, ekspor Australia ke China mencapai US$ 116,79 miliar atau setara dengan 32,6% dari total ekspor negara tersebut.
Besarnya pangsa ekspor tersebut membuat China memanfaatkannya sebagai senjata menyerang balik Australia. China mulai mengenakan bea impor yang tinggi terhadap produk Australia, melakukan boikot, hingga pelarangan impor.
Jika ekspor batu bara Australia ke China merosot, Indonesia justru kedatangan berkah. China akan membeli batu bara termal senilai US$ 1,467 miliar dari Indonesia tahun depan kata Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).
Sebelumnya, kesepakatan perdagangan telah ditandatangani antara APBI dan China Coal Transportation and Distribution pada hari Rabu (25/11/2020). Penandatangan kesepakatan tersebut serta permintaan global yang sedang menanjak membuat harga batu bara acuan (HBA) di bulan Desember naik. []
