Indonesia-RRT Upayakan Peningkatan Akses Pasar Produk Unggulan
“Kami berharap di tahun 2021 Pemerintah RRT bisa membuka akses lebih luas bagi produk sarang burung walet dan buah nanas Indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat Tiongkok yang cukup tinggi” lanjut Jerry.
Terkait dengan kerja sama perdagangan, Wamendag Jerry juga mengungkapkan, Indonesia dan RRT sepakat membentuk Working Group on Trade (WGT) untuk menjalin dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. Selain itu, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang telah ditandatangani pada 15 November 2020, juga diharapkan mampu memberikan peluang bagi kedua negara dalam meningkatkan volume perdagangan.
Pada masa pandemi, Indonesia dan RRT juga bekerja sama dalam melakukan mitigasi kesehatan dan ekonomi, termasuk dalam pengadaan vaksin. Bio Farma saat ini bekerja sama dengan Sinovac untuk mengadakan vaksin yang mulai diberikan pada hari ini, Rabu (13/1). Sedangkan dalam perdagangan, Indonesia dan RRT tetap menjaga arus barang dan jasa sebagai bagian dari mitigasi ekonomi. Hal ini sesuai dengan seruan Indonesia di berbagai forum internasional agar sistem yang terbuka tetap dipertahankan sehingga semua negara bisa berkolaborasi dalam mengatasi pandemi.
Total nilai perdagangan Indonesia-RRT periode Januari–November 2020 mencapai USD 63,39 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke RRT pada periode tersebut mencapai USD 26,61 miliar atau meningkat 12,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dengan nilai USD 23,59 miliar. Komoditas utama ekspor nonmigas Indonesia ke RRT adalah besi/baja, minyak kelapa sawit, dan batu bara.[]
