Industri Batik, Antara Pandemi dan Regenerasi
Widianti mengalami banyak tantangan sejak meneruskan usahanya. Kegelisahannya kini, ia sulit mencari penerus pembatiknya yang sudah puluhan tahun menjaga kualitas batik tulis Oey Soe Tjoen.
Padahal, menurut Widianti, sampai hari ini batik Oey Soe Tjoen masih mengerjakan pesanan yang belum selesai. Maklum, batik tulis peranakan ini sangat mengedepankan kualitas, tak heran jika untuk menghasilkan selembar kain batik perlu waktu lama karena menuntut ketelitian tinggi.
Hal yang sama juga dialami pengusaha dan pemilik Batik Wolter dari Pekalongan, Abel Hesed Tandjaja. Seperti dikutip dari sebuah laman berita, Abel juga merasakan lambannya regenerasi pengrajin batik di Pekalongan akibat menurunnya permintaan. Abel kini berupaya mengedukasi orang muda agar mau membeli dan mengenakan batik.
Harapannya, regenerasi bisa berjalan dan batik tetap lestari. Selamat merayakan Hari Batik Nasional 2021, mari bangga berbatik sebagai warisan kekayaan Nusantara. []
