Industri Otomotif: Tumbuhnya Kendaraan Listrik Bergantung Pada Pasar Domestik

Penandatanganan MoU antara Presiden Joko Widodo dan pihak Hyundai Motor Company terkait investasi pembangunan pabrik di Cikarang, Jawa Barat yang bernilai investasi 1,5 miliar dolar AS berlangsung pada November 2019. (Foto: Istimewa)
Sebagai informasi, Hyundai Motor Company memutuskan berinvestasi sebesar 1,5 miliar dollar AS dengan mendirikan pabrik di Indonesia. Menurut Erwin Djajadiputra, Sales Director PT Hyundai Motor Indonesia, pembangunan pabrik sudah mencapai 90 persen lebih dan ditargetkan rampung pada Juli 2021, sehingga akhir tahun proses produksi bisa dimulai.
Perusahaan asal Korea Selatan ini juga menargetkan, usai pabriknya di Indonesia sudah beroperasi, pada 2022 bisa memulai produksi kendaraan listrik sesuai pasar Indonesia.
Erwin menjelaskan, Hyundai Motor Indonesia (HMID) sendiri berdiri pada Januari 2020. Targetnya pabrik Hyundai ini bisa memproduksi 150-250 ribu unit dengan target TKDN mencapai 90 persen untuk kendaraan listrik dan ICE di tiga tahun pertama.
Sebenarnya terkait mobil listrik, HMID telah meluncurkan mobil listrik Ioniq Electric dan Kona Electric pada 2020.
Lepas dari ketersediaan kendaraan, para produsen otomotif berharap infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Indonesia bisa tersedia. Misalnya saja soal baterai kendaraan listrik.
