ITDC Lakukan Beberapa Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sebagai pengelola kawasan, ITDC selalu melakukan kegiatan pemeliharaan rutin dan terjadwal berupa pembersihan tangkapan air hujan dan melakukan pengecekan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan air sebanyak dua kali dalam seminggu. ITDC juga memanfaatkan sistem biopori untuk meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air sekaligus sebagai program konservasi lingkungan.
Biopori yang disebut juga ‘istana cacing’ ini merupakan teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan dan mencegah banjir. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga. Saat ini telah ada sebanyak 20 titik lubang biopori yang tersebar di sejumlah titik dalam kawasan The Nusa Dua.
Lihat juga: Sinergi ITDC NU dan Anak Usaha WIKA Bangun PLTS, Kembangkan Energi Hijau di Mandalika
“Dengan sistem drainase yang sudah teruji lebih dari 45 tahun, kelengkapan SOP mitigasi bencana serta penanganan cepat yang dilakukan oleh tim operasional kawasan, kami akan pastikan kawasan The Nusa Dua aman dan dapat beroperasi secara normal menghadapi cuaca ekstrem. Kami pun selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah serta desa penyangga untuk bersama-sama mengantisipasi potensi bencana yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem ini,” tandas Ardita.

