Jelang Beroperasi, Ini 10 Usulan Ekonom Agar BSI Bawa Kemaslahatan Umat
“Bank ini juga harus bisa menyusun materi pemasaran yang baru, yakni tidak fokus menjual agama, tapi lebih menonjolkan nilai-nilai universal sehingga bisa diterima oleh masyakarat yang lebih luas, seperti nilai ESG (environment/lingkungan, social, and governance/tata kelola), nilai keadilan, nilai etika, nilai moral, dan nilai berkelanjutan (sustainability),” tuturnya.
Ketujuh, Bank Syariah Indonesia diminta bisa mengembangkan bisnis model baru yang mampu memaksimalkan pemanfaatan dana sosial Islam (ZISWAF) yang memiliki potensi besar. Kedelapan, bank ini disarankan mampu bersinergi dalam menggabungkan berbagai competitive advantage yang dimiliki bank-bank anggota merger, yakni PT Bank Syariah Mandiri di sektor korporasi, PT Bank BNI Syariah pada sektor ritel, dan PT Bank BRIsyariah Tbk di sektor UMKM.
Kesembilan, penambahan modal harus segera dilakukan agar Bank Syariah Indonesia bisa lekas menjadi bagian bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dan memperluas kesempatan mendapat dana murah. Terakhir, bank ini disarankan menyusun strategi yang tepat dalam penyaluran pembiayaan ke sektor riil, khususnya selama dan pasca-pandemi.
“Pengaturan portfolio pembiayaan yang tepat penting agar tingkat NPF (kredit macet) bisa terjaga di batas aman regulator (5%) dan profitabilitas meningkat,” ujarnya.
Menurut Fauziah, saat ini komposisi direksi Bank Syariah Indonesia yang sudah ditetapkan dalam RUPSLB BRI Syariah masuk taraf wajar. Jumlah direksi yang mencapai 10 posisi disebutnya sesuai kebutuhan perusahaan.
Bank Syariah Indonesia diperkirakan memiliki total aset hingga Rp227,91 triliun saat efektif beroperasi nanti. Jumlah modal bank ini juga terhitung besar mencapai Rp21 triliun dengan portofolio pembiayaan Rp151,8 triliun dan penghimpunan dana Rp199,57 triliun berdasarkan data tiga bank anggota merger per September 2020.
“Berdasarkan data-data tersebut, maka dapat dilihat bahwa Bank Syariah Indonesia memiliki kondisi kesehatan keuangan sangat bagus untuk memulai perjalanan besar, memulai sejarah perbankan syariah baru yang bisa tumbuh dengan pesat. BSI memiliki amunisi yang kuat (secara keuangan) untuk menghadapi segala tantangannya nanti pasca-merger yang pastinya tidak mudah,” ujarnya.[]
