Kekhawatiran Vale Indonesia (INCO) Ditengah Euforia Nikel Dunia
Adapun, emiten berkode saham INCO itu berencana untuk membangun smelter nikel HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang ditargetkan rampung pada 2025 dengan total investasi sekitar US$2,5 miliar.
Irmanto menjelaskan bahwa nilai investasi proyek itu dapat berubah dan dipastikan pada saat final investment decision (FID) yang ditargetkan pada kuartal I/2021.
“Namun, di sisi lain issue sustainability dan penambangan yang baik harus tetap dikedepankan menanggapi prospek baik ini,” ujar Irmanto kepada Bisnis, Rabu (18/11/2020).
Adapun, Irmanto juga memberikan catatan terkait pipeline proyek pengolahan bijih nikel di Indonesia yang saat ini lebih banyak fokus untuk menghasilkan ferronickel melainkan produk MHP dan MSP untuk baterai kendaraan listrik.
Dia mengatakan bahwa investasi pabrik berteknologi HPAL cenderung padat modal dan secara lingkungan jauh lebih menantang dibandingkan dengan membangun pabrik smelter FeNi dan NPI. []
