Kemenkeu Paparkan Upaya Pengembangan Industri Asuransi di Indonesia
Indikator terakhir mengenai pendalaman yang merujuk pada perkembangan dan keragaman produk-produk asuransi. Adi menggambarkan bahwa aset asuransi dan dana pensiun dalam industri asuransi di Indonesia saat ini relatif rendah, yaitu di bawah 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Jika dibandingkan dengan Malaysia, angka di Negeri Jiran telah mencapai 60 persen dari PDB.
“Artinya, Indonesia masih punya peluang 3-4 kali lipat untuk pendalaman ke depan,” kata dia.
Selain itu, Adi mendorong masyarakat untuk mau belajar menjadi aktuaris karena Indonesia memerlukan banyak ahli di bidang profesi tersebut dalam rangka pengembangan industri asuransi.
“Jadi, kalau bisa kita bukan menunggu masa depan, tapi kita menjemput masa depan dengan literasi dan inklusi, pendalaman, dan stabilitasnya di sektor ini,” ungkap Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Kemenkeu.
