Kementerian PUPR Siapkan Dua Bendungan Baru di Lampung Rampung Tahun Ini
BUMNINC.COM | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menambah lagi jumlah tampungan air. Kini, tengah dibangun Bendungan Margatiga yang berada di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Selain itu, satu lagi yang bendungan yang lebih dulu mendekati masa rampung, yakni Bendungan Way Sekampung.
Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR, mengatakan pembangunan Bendungan Margatiga dilakukan guna meningkatkan kapasitas jaringan irigasi dari aliran Sungai Way Sekampung, sehingga terintegrasi dengan Bendungan Way Sekampung.
Hal itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas irigasi di wilayah tersebut. Karena katanya, Bendungan Batutegi cukup jauh. Sehingga pemerintah membuat dua bendungan, yakni Bendungan Margatiga dan satu lagi Bendungan Way Sekampung agar lebih mudah dan terintegrasi.
“Sejauh ini, Progres pembangunan Bendungan Margatiga saat ini sudah mencapai 56%, Ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).
Bendungan dengan kapasitas tampung 147,94 juta m3 di hilir Sungai Way Sekampung ini diproyeksikan akan mengairi lahan irigasi seluas 16.588 Hektar (Ha). Selain itu juga dapat dimanfaatkan sebagai penyedia air baku di Lampung Timur sebesar 0,83 m3/detik.
Bendungan Margatiga merupakan tipe urugan dengan tinggi mencapai 28,75 meter, panjang puncak 321,76 meter, dan lebar puncak 7 meter. Bendungan ini memiliki luas genangan 2.137 Ha.
Selain Bendungan Margatiga, BBWS Mesuji Sekampung, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan Bendungan Way Sekampung dengan progres saat ini mencapai 80,75 % dan ditargetkan selesai Juli 2021.
Bendungan Way Sekampung memiliki kapasitas tampung 68 juta m3 yang akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi sebesar 55,373 Ha dan air irigasi untuk ekstensifikasi berupa pengembangan daerah irigasi rumbia extension dengan potensi luas 17.334 Ha.
Diharapkan, tambahan irigasi Bendungan Way Sekampung akan meningkatkan intensitas tanam menjadi 200% pada pola tanam padi-padi-palawija.
