KESDM: Teknologi AI bantu tingkatkan keselamatan industri tambang
Penerapan teknologi berbasis AI lainnya, yaitu pengawasan driving monitoring system (DMS) di area tambang.
DMS memanfaatkan berbagai sensor dan kamera untuk memantau aktivitas pengemudi atau operator kendaraan tambang serta untuk mendeteksi tindakan tidak aman seperti perilaku berkendara yang kurang aman, kelelahan (fatique), dan kecepatan berkendara yang berlebihan.
“DMS ini untuk mendeteksi tanda-tanda ketika operator fatique, yaitu ketika mata tertutup, menguap atau badan telah doyong,” ungkap Wakil Kepala Teknik Tambang Arintoko Saputro di Control Room BMO 2 PT Berau Coal.
Selain deteksi kelelahan, DMS juga mendeteksi perilaku berisiko lainnya seperti penggunaan perangkat seluler atau makan di belakang kemudi. Tingkat fokus dan stamina yang baik dibutuhkan oleh seluruh pekerja agar dapat menjalankan pekerjaannya untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh perusahaan.
“Melalui jaringan sensor dan kamera yang canggih, DMS dengan cermat melacak dan menganalisis perilaku pengemudi secara real time seperti penyimpangan jalur, melihat sekeliling, menelepon hingga merokok,” kata Arintoko.
Untuk itu, pengelolaan kelelahan (fatique management) dan perilaku (behavior) harus dilakukan untuk mendukung seluruh pekerja agar dapat bekerja dengan aman, khususnya para pekerja yang bekerja dengan potensi bahaya tinggi seperti operator alat berat.
Selain itu, perilaku berkendara (driving behavior) juga menjadi perhatian sehingga bagi pekerja yang berkendara dilarang menggunakan telepon seluler dan melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu konsentrasinya.


