Kolaborasi Tiga Sektor Industri Halal, MUFFEST+2022 Usung Tema ‘Muslim Fashion, Muslim Lifestyle’
BUMNINC.COM I Memperingati enam tahun berdirinya organisasi profesi desainer fashion profesional terbesar Indonesia ini, Indonesian Fashion Chamber (IFC) meluncurkan MUFFEST + 2022. Adapun MUFFEST + 2022 telah resmi diluncurkan pada 16 Desember 2022 lalu .
MUFFEST merupakan salah satu kegiatan terbesar yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh IFC secara berkelanjutan sejak 2016. Dengan optimisme yang tinggi, IFC bersinergi dengan Kinarya Event & Exhibition dalam Pelaksanaan MUFFEST + 2022 pada 28 – 31 Ju li 2022 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.
MUFFEST diselenggarakan karena menyadari bahwa penduduk Indonesia yang hampir mencapai 300 juta dengan 90 persen beragama Islam mempunyai kebutuhan busana muslim yang tinggi dan dapat berperan sebagai trendsetter. Hal ini dapat dilihat dari permintaan pakaian yang menutupi aurat sesuai dengan ajaran agama Islam untuk pasar dalam negeri yang semakin tinggi dan naik pesat di 10 tahun terakhir.
Menurut The State of Global Islamic Economic, pertumbuhan industri fesyen muslim di Indonesia adalah yang terbaik kedua di dunia, dengan konsumsi mencapai US$21 miliar dan pertumbuhan rata0rata 18,2 persen per tahun. Posisi pasar fesyen muslim Indonesia saat ini masih di bawah Iran dengan total nilai industri yang mencapai US$53 miliar (Rp758 triliun), Turki US$ 28 miliar (Rp400 triliun), Arab Saudi US$ 21 miliar (Rp300 triliun) dan Pakistan US$ 20 miliar (Rp286 triliun).
Oleh karena itu, penyelenggaraan MUFFEST dapat memicu perkembangann dan kemajuan industri fesyen muslim di Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri yang semakin besar. MUFFEST juga berkontribusi memajukan fesyen Indonesia di mata dunia dengan mengedepankan trend yang sesuai dengan pasar global sehingga dapat membuka peluang pasar ke industri fesyen global.
Adapun, MUFFEST + 2022 kali ini mengusung tema “Muslim Fashion, Muslim Lifestyle”. Dengan tema ini, MUFFEST akan memberikan tawaran baru dengan mengedepankan kolaborasi tiga sektor industri halal yaitu fesyen muslim dengan kuliner dan pariwisata yang berpotensi besar memperluas jaringan di dalam dan luar negeri dalam mempercepat geliat kebangkitan industri fesyen muslim Indonesia.
MUFFEST+ 2022 akan menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, trade-expo, konferensi, program internasional, dan fashion competition. Dengan menggandeng 275 peserta pameran, MUFFEST+ 2022 menargetkan akan mendatangkan lebih dari 30.000 pengunjung.
Ketua Nasional IFC Ali Charisma menyampaikan, MUFFEST + 2022 akan menghadirkan rangkaian acara berupa fashion show, trade-expo, konferensi, program internasional, dan fashion cimpetition.
Ali mengatakan rangkaian MUFFEST + 2022 akan berjalan mulai Januari dengan mengadakan seminar capacity building konsep tren fesyen muslim. Selanjutnya, pada Februari pihaknya berencana untuk mengadakan business matching yang akan mempertemukan antara buyer atau reseller dengan brand owner.
“Mudah-mudahan awal tahun depan juga akan ada Road To MUFFEST + di Makassar, Jogja, dan mal-mal lain di Jakarta,” ujarnya.
Ali mengatakan acara puncak MUFFEST + yang dihelat setelah momen lebaran akan memperkenalkan dan mempengaruhi tren busana muslim 2023. Sementara pada Februari hingga April pihaknya akan fokus untuk menampilkan koleksi-koleksi tahun 2021 kepada buyer atau reseller.
“Supaya masyarakat juga bisa mencerna dengan tren baru 2023, kami pertimbangkan sepertinya setelah lebaran satu setengah bulan orang-orang istilahnya sudah mulai tenang dan tidak heboh belanja saja sehingga pesan konsep sustainability bisa disampaikan kepada mereka,” kata Ali.
Direktur Kinarya Event & Exhibition, Windu Wijaya menyampaikan, “IFC menggandeng kami, KINARYA sebagai rekanan baru. MUFFEST+ 2022 akan mengusung pesan yang bisa menjawab perubahan dan tantangan perkembangan fesyen muslim pasca pandemi COVID-19.”

