Smartfarming BNI Dorong Ketahanan Pangan Nasional
BUMNINC.COM | BNI melakukan program inovatif, dimana pertanian diintegrasikan dengan platform digital. Istilahnya smartfarming. Model kerjanya, pertanian dipersiapkan agar sejak awal modal kerja pertanian diterima akan mendapat rekomendasi pertanian yang tepat, sistem pemupukan yang presisi, hingga penanganan hama dan pemanenan.
“Memasuki musim panen, telah disiapkan fitur di dalam aplikasi agar mengakomodir hasil produksi petani diserap oleh offtaker mitra BNI. Dengan menempatkan alat sensor di lahan, maka kondisi tanaman sejak sebelum, saat tanam, pemeliharaan, hingga pemanenan dapat terpantau secara real time. Rekomendasi diperoleh dari alat sensor yang dapat menjangkau area hingga seluas 100 Ha akan terkoneksi dengan aplikasi yang disematkan ke dalam gadget berbasis android milik petani sehingga, kondisi lahan khususnya yang berkaitan dengan curah hujan, suhu, kondisi tanah (Ph), hingga kebutuhan pupuk dapat terdeteksi dengan mudah,” ujar Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal, dilansir CNBC, Senin (4/1/2021).
Hal ini, dapat membuat petani lebih dimudahkan dalam proses kerja pertaniannya. Mulai dari cost efficiency, mereka mendapat rekomendasi dari sensor yang disematkan ke dalam aplikasi. Serta memberikan pola pertanian yang paling baik termasuk intensitas penggunaan pupuk.
Dengan demikian, petani akan menjadi lebih produktif, lebih efisien dan efektif, hasil lahan maupun ladangnya mudah dijangkau pasar, serta akhirnya menjadi petani yang profesional dan berkualitas. Dengan volume hasil panen yang meningkat dan kualitas hasil yang lebih baik maka kesejahteraan petani akan semakin terjamin.
