Smartfarming BNI Dorong Ketahanan Pangan Nasional
Program ini sudah diimplementasikan di 6 tittik pada 5 provinsi di Indonesia selama tahun 2020. Selain smartfarming, Iqbal mengatakan, BNI juga memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa Soil and Weather Sensor yang digunakan untuk merekam kondisi lahan secara realtime dan memprediksi cuaca.
Hal ini, diharapkan mampu memberikan data pertanian yang lebih terukur serta presisi sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi serta meningkatkan produktivitasnya.
Melalui BNI smartfarming berbagai macam program dan produk menjadi sinergi. Seperti agen lakupandai (Agen46), penyaluran KUR Tani digital dengan BNI Move Agriculture, penyediaan kartu tani BNI untuk mendorong cashless transaction, dan digitalisasi budidaya pertanian presisi dan menghubungkan petani dengan offtaker.
BNI berkomitmen semakin mengoptimalkan smartfarming ini pada 2021. Hingga saat ini, BNI telah menyalurkan KUR pada lebih dari 285 ribu petani di seluruh Indonesia dengan dana sebanyak Rp 7,21 triliun. Ke depannya program smartfarming akan dikembangkan melalui ekosistem pertanian digital agar penyaluran KUR dapat lebih ekspansif menyentuh petani seluruh nusantara. Tujuannya untuk mendorong program ketahanan pangan nasional.
Untuk mengembangkan program ini, BNI sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Selain itu, adapula startup agri teknologi salah satunya PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (PT MSMB) yang ikut terlibat.
