Nilai Kontrak Rp 2,13 Triliun, Waskita Karya Optimis Capai Target Kontrak Tahunan
Ratna mengungkap, saat ini pihaknya sedang mengikuti beberapa tender proyek konstruksi dari pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN). Total nilai kontrak dari seluruh tender yang diikuti Waskita Karya saat ini mencapai Rp15 triliiun.
Dengan kata lain, nilai kontrak baru Waskita Karya dapat mencapai 65,88 persen dari target jika memenangkan semua tender tersebut. Adapun, Ratna menilai mayoritas kontrak baru akan didapatkan perseroan pada semester II/2021.
Seperti diketahui, komposisi kontrak baru Waskita Karya sepanjang 2021 terdiri dari 80 persen proyek eksternal dan 20 persen proyek investasi. Rendahnya kontribusi proyek investasi disebabkan oleh strategi perseroan yang lebih selektif terhadap proyek investasi pada tahun ini.
Ratna menyatakan strategi proyek investasi pada tahun ini adalah mengincar kepemilikan minoritas dan berinsergi dengan investor infrastruktur lainnya.
Selain itu, perusahaan akan meningkatkan kontribusi proyek infrastruktur sumber daya air dalam portofolio perseroan pada tahun ini. Strategi tersebut diterapkan setelah perseroan ditunjuk sebagai spesialis infrastruktur sumber daya air oleh Kementerian BUMN.
Proyek sumber daya air yang dimaksud Waskita Karya tidak termasuk proyek bendungan, seperti irigasi, sistem penyediaan air minum, sistem drainase, dan saluran perpipaan.
Sejauh ini, kontribusi proyek infrastruktur SDA dalam portofolio Waskita Karya saat ini baru mencapai sekitar 15—20 persen.
Ratna menilai potensi perseroan untuk meningkatkan portofolio proyek infrastruktur SDA cukup besar. Namun, lanjutnya, Waskita Karya akan selektif dalam melakukan investasi pada proyek infrastruktur SDA.[]
