Pemerintah Perlu Libatkan Akademisi Tuk Pengembangan Baterai Kendaraan Listrik
Di kesempatan sama, Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho mengungkapkan Indonesia sangat memungkinkan untuk menjadi pemain pertama di industri kendaraan listrik.
Alasannya, Indonesia memiliki kemampuan sumber daya terintegrasi dari hulu ke hilir. Indonesia kaya dengan biji nikel yang menjadi bahan baku dari pembuatan baterai EV.
Kendati demikian, untuk menjadi pemain baterai kendaraan listrik pemerintah harus melakukan investasi besar-besaran. Sebab, dana yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit.
“Indonesia harus mengeluarkan investasi hampir USD 15,4 miliar dan membutuhkan waktu tiga hingga empat tahun untuk membangun industrinya,” kata Toto.
