Pemerintah Siap Selenggarakan Ibadah Haji, Begini Syarat dari Pemerintah Saudi bagi Peserta Haji
Selain itu, untuk keberangkatan dan kepulangan Jemaah haji Indonesia, Kemenag telah bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines untuk mengantarjemaah haji.
Selama di Arab Saudi, lanjut Menag, jemaah akan menerima layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan juga kesehatan. Untuk akomodasi di Madinah, dipastikan jemaah akan menempati hotel di wilayah Markaziyah dengan jarak terjauh 650 meter dari Masjid Nabawi. Di Makkah, jarak terjauh hotel Jemaah adalah 4 km dari Masjidil Haram.
Sedangkan untuk layanan katering, Jemaah haji akan mendapatkan sebanyak 119 kali makan selama di Tanah Suci, baik di Madinah, Jeddah, Makkah maupun pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
“Untuk keperluan ibadah, kami sudah siapkan Bus Shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi pulang,” papar Menag.
Terkait layanan ibadah, pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah konsultan ibadah yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mereka adalah para ahli yang memiliki pengetahuan keagamaan, khususnya di bidang ibadah haji.
Ditambahkan Menag, pemerintah juga sudah menyiapkan Klinik Kesehatan Haji baik di Makkah, Jeddah, dan Madinah, serta sejumlah pos layanan kesehatan. Sarana ini disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada Jemaah. []

