Pengamat: Penunjukkan PT Len Jadi Induk Holding BUMN Indhan Defend ID Cukup Prosfektif
BUMNINC.COM I Lima perusahaan Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) yang fokus dalam industri pertahanan (Indhan) resmi berada dalam satu holding bernama Defend ID (Defence Industry Indonesia).
Kelimanya yakni PT Len Industri (Persero) yang kemudian menjadi induk holding, serta PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana sebagai anggota holding.
PT Len Industri (Persero) ditunjuk sebagai induk Holding BUMN Indhan ini. Dia ditunjuk mengingat trend pertahanan perang masa depan berbasis network centric warfare C5ISR (Command, Control, Communication, Computer, Cyber, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance), serta kemampuan mengintegrasikan teknologi dari tiap matra pertahanan, dan pengalaman Len Industri menjadi Induk Holding anak perusahaannya.
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai, penunjukkan PT Len sebagai induk holding BUMN Indhan cukup prosfektif.
Menurutnya, produk dari PT Len banyak digunakan industri pertahanan lainnya mulai dari Pindad, PAL, IPTN, industri radar, industri persinyalan dan sejenisnya. Dengan konsep holding, maka integrasi layanan bisa makin direkatkan.
“Fungsi LEN adalah sebagai integrator bagi semua anak perusahaan yg ada,” ujar Dewan Pakar BUMNINC ini dikutip IDN Times, Minggu (17/4/2022).
Menurut Toto, Defense ID harus mampu melakukan transfer knowledge teknologi tinggi. Misalnya, saat TNI membeli dua skwadron pesawat Rafaele dari Perancis, maka holding Indhan ke depannya harus mampu melakukan fungsi perawatan secara mandiri.
Begitu pula kerja sama dengan Korsel dalam pengembangan pesawat tempur KFX Boramae, industri dalam negeri harus mampu menumbuhkan kemandirian teknologi di pihak Indonesia.
“Semua harus melakukan peningkatan kemampuan dengan alih teknologi,” kata dia.
