Pengamat: Penunjukkan PT Len Jadi Induk Holding BUMN Indhan Defend ID Cukup Prosfektif
Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, Defend ID memiliki fokus yang sejalan dengan Kementerian Pertahanan. Salah satunya adalah pengembangan industri pertahanan yang lebih mengarah pada sofeware (piranti lunak) ketimbang hardware (piranti keras), di mana Indonesia saat ini masih terjebak dalam pengembangan banyak hal yang hardware.
Dia pun sudah berdiskusi dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, untuk membuta peta jalan (roadmap) industri pertahanan Indonesia ke depannya. Termasuk dalam penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk berbagai hal yang dibuat holding indhan.
“Supaya kita jangan dalam arti membeli produk-produk yang ada tentu di defense kita tidak juga TKDN-nya dilakukan. Ini sudah kita sinkronisasi. Kita bersepakat untuk industri pertahanan ini 40 persen TKDN-nya sampai tahun 2025 kalau tidak salah,” kata Erick saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (25/1/2022).
Harapannya penggunaan TKDN yang lebih besar dalam industri pertahanan bisa mendongkrak pertumbuhan industri lainnya di dalam negeri.
Adapun anggota holding lain, PT Pindad memiliki fokus pada platform matra darat, MRO dan penyediaan senjata serta amunisi, PT Dirgantara Indonesia dengan fokus pada platform matra udara dan MRO, PT Pal Indonesia dengan fokus pengembangan matra laut dan MRO, serta PT DAHANA dengan fokus pada pengembangan produk energetic material (bahan peledak) untuk seluruh matra pertahanan.
Peresmian pembentukan holding ini ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara PT Len dengan empat anggota Defend ID lainnya. Dengan penyerahan Akta Inbreng itu, Kementerian BUMN telah resmi mengalihkan saham empat BUMN industri pertahanan ke PT Len.
