Pengamat: Target Dividen BUMN 2022-2023 Moderat
Toto menyampaikan, sejumlah BUMN, termasuk yang masuk kategori blue chips BUMN seperti PT Angkasa Pura I dan II serta KAI mulai mengalami kinerja yang merugi akibat pandemi. Begitu pula dengan BUMN sektor konstruksi.
“Upaya restrukturisasi BUMN di 2020 mulai dilaksanakan, tapi butuh waktu untuk pulih sepenuhnya. Jadi target profit 2022 dan 2023 relatif moderat karena butuh waktu buat pemulihan,” ucap Toto.
Toto juga menegaskan, penyertaan modal negara (PMN) masih dibutuhkan saat BUMN mendapat proyek penugasan dari pemerintah untuk ekspansi usaha. BUMN masih butuh modal capital expenditure (capex).
Kendati demikian, menurut Toto, rencana Kementerian BUMN bahwa BUMN tak lagi menggunakan PMN pada 2024 bisa saja terjadi asalkan efek value creation dari pembentukan holding company bisa optimal.
“Kebutuhan capex bisa ditutupi dari kemampuaan holding mengkonsolidasikan kekuatan internal dan eksternal yang mereka miliki,” lanjutnya.
Toto mencontohkan group holding Pupuk Indonesia yang melakukan strategy cash pooling dari semua anak perusahaan. Dengan hal itu, kebutuhan capex anak perusahaan bisa tercukupi dari internal equity anak perusahaan atau pinjaman dari induk dengan beban suku bunga yang lebih kompetitif.
