Pertamina Bawa UMKM Binaan Ke Pasar China
“Kemudian bisa juga kami ajak untuk ‘yuk rasakan pameran ke luar negeri’. Selain ke CAEXPO ini, pernah juga ke Pasar Senggol Turki, namun tahun depan kami ingin persiapan jauh-jauh hari supaya bisa melakukan kuras lebih awal dan membawa lebih banyak lagi produk,” ungkap Riski.
Pasalnya, produk Woodeco Indonesia pada hari pertama pameran yaitu pada Sabtu (16/9) sudah terjual hampir 80 persen.
“Awalnya kami ke sini karena ingin cari pembeli yang mau beli barang yang harganya tinggi, tapi ternyata potensi pasar retail di sini besar sekali, jadi barang banyak yang laku walau calon pembeli di sini nawarnya juga lumayan kejam, jadi memang istilahnya di pameran juga jadi sarana belajar untuk perbaikan UMKM selanjutnya,” jelas Riski.
Agung selaku General Manager dari Woodeco Indonesia, salah satu UMKM binaan PT Pertamina Persero yang ikut dalam pameran mengatakan CAEXPO 2023 adalah pameran luar negeri pertamanya.
“Ini pertama kali saya ikut pameran di luar negeri, tapi semuanya dibayari oleh Pertamina,” ungkap Agung.
Wooedeco Indonesia mengurut Agung menjual berbagai produk dari daur ulang kayu maupun kayu papan misalnya “wall panel”, “wood palet” dari serpuk kayu, tempat perhiasan yang berasal dari kayu jati, kerancang dari eceng gondok, peralatan makan, dan produk lainnya.
“Hari pertama pameran kemarin sudah 80 persen produk terjual. Harapan saya bisa membawa lebih banyak produk lebih banyak lagi,” kata Agung.
Agung menyebut seluruh produknya dibuat oleh pengrajin lokal di Yogyakarta dan Semarang. Harga dari barang-barangnya pun disebut bersaing yaitu kisaran 20-40 yuan untuk peralatan makan, sendok-garpu sebesar 15 yuan, “wood pallet”senilai 2.000 yuan per ton.
“Produk sebenarnya sudah ekspor ke Australia, China, Jepang, Selaindia Baru, Turki, termasuk juga China. Potensi China itu bagus untuk pasar ekspor dan saya juga menjajaki kerja sama dengan supplier di sini,” tambah Agung.


