Pertamina Jual dan Pasok Aspal di Bali
Ia estimasi pada 2023 sebanyak 70 persen dari proyeksi kebutuhan aspal di Bali itu disuplai dari TAC Pelabuhan Celukan Bawang.
Sementara itu, Direktur Pelaksana DMK Haris Riyadi menjelaskan kapasitas tangki di TAC Pelabuhan Celukan Bawang mencapai sekitar 2.600 metrik ton bahan aspal.
Nantinya, TAC Celukan Bawang diperkirakan mampu memproduksi sekitar 15 ribu hingga 20 ribu metrik ton aspal curah per tahun atau meningkat dari sebelumnya sekitar 10 ribu metrik ton per tahun.
“Kami menargetkan kenaikan (produksi) tiap tahun sekitar 10-15 persen mengingat Bali daerah pariwisata, pembangunan dan perawatan jalan itu sangat masif dan menjadi prospek,” katanya.
Produksi aspal curah di Celukan Bawang diharapkan dapat mendukung penjualan aspal di Tanah Air yang mencapai sekitar 600 ribu metrik ton per tahun dari Kilang Pertamina Cilacap.
Anak usaha Pertamina bidang komersial dan perdagangan energi, petrokimia dan produk lainnya itu secara bertahap akan memusatkan suplai aspal curah utama di Pelabuhan Celukan Bawang dari sebelumnya di Pelabuhan Benoa Denpasar seiring pengembangan infrastruktur di Benoa.
Pertamina mencatat secara nasional kebutuhan aspal Indonesia diperkirakan sebesar satu juta hingga 1,1 juta metrik ton per tahun.
Sedangkan saat ini, pangsa pasar BUMN bidang minyak bumi dan gas itu untuk aspal di Indonesia sekitar 60-65 persen.
Dari sekitar 600 ribu metrik ton penjualan Pertamina di seluruh Indonesia, sebanyak 250 ribu metrik ton aspal berasal dari regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara.
Produk aspal curah itu akan digunakan sebagai campuran batuan sehingga menjadi produk hotmix yang siap digunakan untuk pembangunan atau perbaikan jalan.


