Pertamina: Modifikasi Kilang Tingkatkan Produksi BBM Ramah Lingkungan
Lebih lanjut, ia menyampaikan proyek RDMP Balongan telah selesai termasuk upgrading fleksibilty dari Kilang Cilacap sudah juga dilakukan oleh perseroan. Kedua kilang itu kini sudah bisa mengolah crude yang tinggi sulfur dengan biaya yang lebih murah.
Tak hanya itu, kilang tersebut juga lebih fleksibel dalam memproses dan menghasilkan produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi.
Nicke menceritakan bahwa dulu Pertamina memproduksi premium lebih banyak, namun sekarang memproduksi Pertamax (RON 92) lebih banyak. Hal ini tentu berdampak terhadap aspek lingkungan yang menjadi lebih bersih.
“Untuk Kilang Balongan kami mempunyai dua tujuan, pertama meningkatkan kapasitas dari 125.000 barel per hari (BPH) menjadi 150.000 BPH. Sebetulnya mulai bulan Mei tahun ini BBM jenis Pertamax kita produksinya meningkat 25.000 BPH atau 9.125.000 barel tambahan per tahun,” jelas Nicke.
Dengan selesainya Kilang Balongan, Pertamina berhasil menurunkan impor BBM sebesar 9.125.000 barel per tahun. Itulah kontribusi Pertamina dalam perbaikan defisit neraca perdagangan Indonesia,” imbuhnya.


