Pertamina Tangkap Peluang Tren Bisnis Aviasi Pascapandemi
“Langkah yang kami ambil saat ini adalah fokus kepada memaksimalkan layanan avtur serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis,” lanjut Alfian.
Langkah kolaborasi ini pun turut terjalin dalam Pertamina Aviation Global Summit 2023 dengan ditandatanganinya kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dengan PTT Oil & Retail untuk penyediaan avtur bagi maskapai Garuda Indonesia dan Singapore Airlines di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.
Kerja sama lain yang turut terjalin adalah penyediaan avtur bagi maskapai Garuda Indonesia di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan, yang disepakati antara Pertamina Patra Niaga dengan SK Energy.
“Ini adalah langkah Pertamina Patra Niaga dalam menjawab tantangan dan tren bisnis aviasi ke depan. Komitmen kami adalah untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis aviasi Pertamina agar dapat memenuhi kebutuhan industri penerbangan ini,” tukas Alfian.
Pertamina Aviation Global Summit kali ini diisi dengan diskusi dari beberapa narasumber seperti General Manager China Southern Airlines, Jackin Chu, Vice President dari PTT Oil & Retail, Chaipruet Watchareecupt, dan Direktur S&P Global, Dexter Wang. Seluruh panelis sepakat bahwa memang saat ini industri penerbangan dan bisnis aviasi memperlihatkan tren yang positif, tapi bukan berarti sudah kembali seperti normal sebelum pandemi.
“Di Asia, permintaan bahan bakar aviasi atau jetfuel masih cenderung lebih rendah daripada regional lain di dunia. Jika dilihat dari angle produk, jetfuel juga paling rendah permintaannya, hanya sekitar 5-10% dibandingkan produk minyak lain seperti gasoline dan LPG,” jelas Dexter Wang.
