Petrokimia Lakukan Kajian Pembangunan Pabrik Asam Nitrat di Gresik
Selain itu, lanjut dia, tambahan pasokan gas sebesar 150 MMSCFD juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III.
“Petrokimia Gresik memiliki potensi besar untuk mendirikan pabrik Asam Nitrat dan Amonium Nitrat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk berbasis Nitrat,” kata Dwi.
Seperti diketahui, saat ini Petrokimia Gresik memiliki pupuk NPK bermerek “Petro Nitrat” dengan formulasi 16-16-16 yang mengandung Nitrogen dalam bentuk Nitrat untuk tanaman hortikultura dan buah-buahan. Selain itu, Amonium Nitrat nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku oleh PT Dahana (Persero).
Pada kajian awal, kebutuhan Asam Nitrat dan Amonium Nitrat dalam negeri cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. Sehingga rencana pembangunan pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan Amonium Nitrat dalam negeri dan sebagai upaya substitusi bahan baku impor.
“Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI untuk mengurangi penggunaan produk-produk impor. Sehingga Pabrik Amonium Nitrat ini sangat strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi bangsa,” kata Dwi.
Lebih lanjut, dia menambahkan, Asam Nitrat dan Amonium Nitrat Petrokimia Gresik ke depan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan juga pasar ekspor. Dimana Amonium Nitrat menjadi salah satu komoditas yang akan diperdagangkan melalui kantor perwakilan Pupuk Indonesia di Dubai yang baru-baru ini diresmikan.
“Ini sekaligus menjadi komitmen kami dalam mendukung Pupuk Indonesia selaku holding, untuk go global seperti arahan Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir,” kata dia.
