PLN Siapkan Strategi Mitigasi Perubahan Iklim
Evy melanjutkan PLN juga berencana menerapkan teknologi carbon capture and storage (CCS) atau penangkapan karbon untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), menerapkan mekanisme transisi energi dengan mempensiunkan dini PLTU, dan penerapan teknologi baru seperti biomassa dan hidrogen.
PLN membutuhkan investasi untuk mencapai sebesar 614 miliar dolar AS dengan rincian 596 miliar dolar AS adalah investasi kapasitas listrik dan 18 miliar dolar AS adalah investasi interkoneksi untuk menjalankan upaya pencapaian target karbon netral pada tahun 2060.
Upaya ini pun perlu didukung oleh sejumlah hal, pertama tentang pembiayaan transisi energi melalui akses ke pembiayaan hijau berbiaya lebih rendah, hibah pembangunan, dan dukungan kerja sama antar pemerintah negara.
Berikutnya adalah pada harga listrik, PLN membutuhkan kompensasi agar harga listrik tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Kita membutuhkan mekanisme subsidi kompensasi untuk meringankan kenaikan biaya kepada pelanggan,” terang Evy.
Ketiga adalah teknologi untuk mencapai skala ekonomi untuk teknologi baru melalui investasi mega proyek dan berbagi teknologi oleh para pemain global pada battery energy storage system (BESS), carbon capture storage (CCS), dan hidrogen.
“Keempat adalah kebijakan pendukung, seperti penghapusan tarif impor dan pengenaan subsidi untuk mengurangi biaya kendaraan listrik,” kata Evy.
Manajer Environmental Protection Comision Federal Electricity Commission (CFE) Federico Lopez De Alba mengungkapkan CFE sebagai perusahaan listrik di Meksiko pun sudah melakukan upaya mitigasi mengatasi perubahan iklim.
“Sekarang ke dalam kebijakan energi yang sangat menarik adalah bahwa kita harus mematuhi setidaknya 35 persen energi bersih pada tahun 2024,” imbuhnya.

