PT Petrokimia Gresik Luncurkan Agro Solution di Lombok
Menurutnya, rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih dan lainnya) tidak terjangkau, minimnya akses ke lembaga keuangan, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya menunjukkan begitu banyak masalah petani di Indonesia
Seperti dijelaskan, tugas Petrokimia Gresik adalah sebagai koordinator sekaligus menyediakan pupuk dan pestisida, melalui anak perusahaan yaitu PT Petrosida Gresik dan PT Petrokimia Kayaku. Dalam program ini, Petrokimia Gresik mengaplikasikan pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus.
Berdasarkan uji aplikasi dengan menggunakan dosis pemupukan berimbang 5:3:3, yakni 500 kilogram pupuk organik Petroganik, 300 kilogram Phonska Plus, dan 300 kilogram Urea untuk per 1 hektar tanaman jagung, hasil panen lebih tinggi 25% atau 2,5 ton per hektar pipilan kering bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK Phonska subsidi.
Di samping memasok sarana produksi pertanian berupa pupuk dan pestisida, Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan berupa 2 (dua) unit kultivator dan 15 unit hand sprayer kepada petani setempat dalam kesempatan yang sama.
Program ini dilakukan bersama Aliansi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan, diantaranya PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penyedia asuransi pertanian, PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai penyedia permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bisi Internasional sebagai penyedia benih jagung, serta PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) sebagai off taker hasil pertanian di Lombok Timur.
