Semen Padang Lakukan Efisiensi Energi Hingga 3 Persen Hingga 2024
Terkait benchmarking, ujar Ridwan, Semen Padang melakukan kunjungan ke berbagai pelaku industri/perusahaan, juga melalui diseminasi/seminar/sharing session dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian.
Ia memaparkan selama 2020 ini, PT Semen Padang telah melakukan sejumlah program efisiensi energy, yaitu penutupan sumber kebocoran udara panas (false air) dan perbaikan power quality, di area pabrik.
Sebagian besar sumber kebocoran (false air) telah ditutupi dan aktivitas IPE tetap berlanjut untuk menemukan sumber losses lainnya.
“Dari Audit Energi tahun 2020 yang dilakukan di Pabrik Indarung V, diketahui konsumsi energi listrik (KES) di tahun 2020 (s/d bulan Juni) lebih rendah 2 kWh/ton.semen dibandingkan dengan KES tahun 2019,” kata Ridwan.
Sementara pada 2021, manajemen Semen Padang menyiapkan program energy inspection tools. Kemudian pengembangan IPE, Energy metering dan monitoring for SEU (Tahap I), sertifikasi Personel, dan output dari 2021 adalah SP Energy Award.
“IPE Energi ke depan kita harapkan merupakan bagian siklus rutin yang terkait dengan pemeliharaan, produksi, dan aktivitas penunjang lainnya melekat pada semua unit pengguna energi, tidak terbatas pada aktivitas Tim Energi. Semua abnormalitas pada kondisi peralatan dan proses adalah ruang inefisiensi,”.
Saat ini, kata Ridwan, upaya dan proses penghematan energi itu sedang berjalan melalui sinergi dengan seluruh unit atau pengguna energi di lingkungan PT Semen Padang.
“Kami yakin melalui sinergi ini, target tersebut dapat terwujud,” tegasnya.
Rencana pada 2022 diluncurkan program sertifikasi pabrik, program inisiatif strategis, energi metering dan monitoring, pengendalian operasi dan maintenance berbasis energi fokus.
Dan di tahun 2023 dilakukan akselerasi dengan program sertifikasi tambang, membuat program inisiatif strategis, pengendalian operasi dan maintenance berbasis energi fokus, dan green building. Pada 2023 ditargetkan penghematan sebesar 2-3 persen. []
