Subholding Gas Pertamina: Dual fuel LNG KA sumbang efisiensi 37 persen
“Dari segi substitusi gas dengan rata-rata beban 22 persen, uji dinamis dapat memberikan substitusi bahan bakar eksisting sekitar 43 persen. Kereta yang dikonversi memiliki kapasitas daya sebesar 500 kVA. Berdasarkan data yang kami peroleh, jika 100 persen beban, maka konsumsi BBM pada DEG bisa mencapai 110 liter per jam,” ujarnya.
Uji coba menggunakan fumigation system untuk diesel engine. Sistem ini merupakan suatu sistem DDF yang paling sederhana, tidak perlu melakukan modifikasi mayor pada diesel engine dan lebih mudah dikembalikan ke mesin semula. Selain itu dapat disesuaikan dengan pengaturan pada bagian mesin DEG milik KAI.
“Seluruh uji coba dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diterima oleh PT KAI. Diharapkan dapat berjalan sesuai target yakni mendorong efisiensi di PT KAI. Lantaran subsidi BBM cukup besar, mengingat terus meningkatnya harga BBM di tingkat global. Selain itu, tentu saja sangat mendorong utilisasi BBG (Bahan Bakar Gas),” jelas Nofrizal.
LNG yang akan digunakan berasal dari Proyek Jambaran Tiung Biru, Terminal LNG Jawa Timur, atau sumber lain yang bisa digunakan dan mendukung utilisasi LNG untuk kereta api.
“Dari uji coba, kami mendapatkan gambaran pengoperasian sistem DDF dan hasilnya menunjukkan bahwa LNG berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit kereta api. Tak kalah penting, mendukung peran PGN untuk mengembangkan potensi bisnis baru pada sektor infrastruktur ini dengan menyediakan energi gas bumi untuk transportasi darat,” ujar Nofrizal.

