Telkom Bukukan Laba Bersih Rp19,5 Triliun Pada Kuartal III 2023
Pada segmen enterprise, perseroan membukukan pendapatan Rp14,6 triliun atau tumbuh 6,6 persen yoy yang didapatkan dari layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity.
“Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan,” ujar Ririek.
Selanjutnya secara segmen Wholesale dan International, perseroan mencatat pendapatan Rp12,3 triliun atau tumbuh 9,1 persen yoy, dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.
Pada bisnis pusat data atau data center, perseroan memiliki dan mengelola 32 pusat data yang tersebar di empat negara yang mencakup Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste dengan rata-rata utilisasi hingga 70 persen.
Ririek menjelaskan, mayoritas pusat data ersebut memiliki klasifikasi tier 3 dan 4 dengan total kapasitas hingga 42 MW. Selain pusat data, perseroan juga fokus pada layanan komputasi awan (cloud) untuk memenuhi beragam kebutuhan digital pelanggan.
“Hingga September 2023, bisnis data center dan cloud TelkomGroup membukukan pendapatan Rp1,4 triliun,” jelasnya.
Hingga September 2023, Telkom telah menggunakan belanja modal perseroan mencapai Rp22,1 triliun atau 19,9 persen dari total pendapatan. Belanja modal difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik.
“Pada bisnis fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pengembangan akses fiber optic, infrastruktur kabel laut dan proyek lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center. Sementara itu, belanja modal juga digunakan untuk peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G, pengembangan teknologi 5G serta penguatan sistem IT pada bisnis mobile,” pungkasnya.
