Telkom Membahas AI Optimalisasi Efisiensi Jaringan di forum ASEAN
“Kami ingin mencapai 100 persen. Namun, kami juga perlu bekerja sama dengan beberapa pihak, termasuk pemerintah. Kami berbicara dengan pemerintah secara efisien mengenai masalah teknologi informasi dan komunikasi untuk mengatasi permasalahan yang ada di berbagai daerah terpencil,” ujar dia.
Tantangan kedua adalah menyediakan talenta-talenta yang dibutuhkan. Fajrin menuturkan bahwa koneksi tanpa talenta tidak akan berarti dan akan semakin sedikit masyarakat yang bisa memanfaatkan potensi ekonomi digital.
Sedangkan tantangan yang ketiga adalah layanan yang dapat digunakan dalam konektivitas. Ia mencontohkan pada masa pandemi COVID-19, Telkom sebagai badan usaha milik negara (BUMN) telah bekerja sama dengan pemerintah membuat aplikasi Peduli Lindungi untuk melacak dan menelusuri situasi COVID-19.
“Begitulah contoh aplikasi atau layanan yang dapat digunakan di atas konektivitas ini untuk memberikan layanan tertentu yang bermanfaat bagi negara dan juga bagi warga negara,” kata dia pula.

