Udah Tahu Deretan BUMN yang Punya Aset Terbesar? Berikut Daftarnya
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI adalah BUMN dengan jumlah aset terbesar kedua di Indonesia. Dalam laporan kuartal II/2020, jumlah aset BRI yakni mencapai Rp 1.387,76 triliun.
Dengan aset jumbo tersebut, BRI sekaligus menjadi bank dengan aset tertinggi di Indonesia dan menggeser posisi yang sebelumnya ditempati Bank Mandiri, sesama Bank Himbara.
2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI adalah BUMN dengan jumlah aset terbesar kedua di Indonesia. Dalam laporan kuartal II/2020, jumlah aset BRI yakni mencapai Rp 1.387,76 triliun.
Dengan aset jumbo tersebut, BRI sekaligus menjadi bank dengan aset tertinggi di Indonesia dan menggeser posisi yang sebelumnya ditempati Bank Mandiri, sesama Bank Himbara.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri adalah perusahaan BUMN di peringkat ketiga dalam jumlah aset terbesar. Selama beberapa tahun, Bank Mandiri menjadi bank dengan aset terbesar di Indonesia sebelum digantikan oleh Bank BRI.
Bank dengan logo pita kuning ini melaporkan jumlah aset pada laporan keuangan semester I/2020 sebesar Rp 1.169 triliun. Mandiri juga membukukan utang sebesar Rp 1.001,22 triliun.
- PT Pertamina (Persero)
Perusahaan minyak negara PT Pertamina (Persero) pada laporan keuangan semester I/2020 membukukan aset sebesar US$ 70 miliar atau sekitar Rp 984,93 triliun (kurs Rp 14.000).
Besaran aset tersebut menempatkan Pertamina di rangking keempat sebagai perusahaan pelat merah dengan aset terbesar. Pertamina juga dikenal sebagai BUMN dengan jumlah anak dan cucu perusahaan terbanyak dibandingkan BUMN lainnya.
5. BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI menempati urutan kelima sebagai BUMN terbesar di Indonesia dari sisi aset. BNI juga tercatat sebagai bank komersial tertua di Tanah Air.
Bank BNI tercatat memiliki jumlah aset sebesar Rp 813,30 triliun. Jumlah utang Bank BNI dalam laporan keuangannya tersebut tercatat sebesar Rp 709,27 triliun.
