Waskita Karya Incar Kontrak Infrastruktur Pengairan Tahun Ini
BUMNINC.COM | Emiten pelat merah PT Waskita Karya Tbk tetap mengincar kontrak baru dari sektor infrastruktur pengairan tahun ini.
Tahun ini, emiten kontraktor berkode saham WSKT menargetkan, porsi kontribusi pengembangan infrastruktur sumber daya air bisa mencapai 15 persen sampai 20 persen dari total kontrak baru tahun ini.
“Dari total target kontrak baru sebesar Rp 26 triliun, sekitar 15 persen hingga 20 persen ditargetkan berasal dari proyek sumber daya air seperti bendungan dan sistem pengolahan air minum (SPAM),” kata Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum dikutip dari Kontan, Senin (22/2/2021).
Saat ini, seperti diketahui WSKT juga tengah menyelesaikan beberapa proyek pengelolaan air minum seperti Proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) SPAM Dumai, Riau, serta menyelesaikan pembangunan SPAM Maloy yang terletak di Kutai, Kalimantan Timur.
Selain SPAM, Waskita juga tengah menyelesaikan pembangunan beberapa bendungan antara lain Bendungan Jragung, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, dan Bendungan Bener di Jawa Tengah.
Ratna menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pengerjaan proyek yang menjadi target di tahun ini, Waskita tetap membuka peluang menjalin kerja sama dengan partner di dalam dan di luar negeri.
Tahun lalu pun, sektor infrastruktur sumber daya air telah berkontribusi dalam perolehan kontrak WSKT dengan porsi yang tidak jauh berbeda.
Mengutip materi paparan publik WSKT pada Oktober 2020 lalu, WSKT mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 2 triliun dari proyek infrastruktur sumber daya air di sepanjang Januari-September 2020.
