Toto Pranoto: Efektivitas PMN Tergantung Penanganan dan Pengawasan yang Lebih Baik
“Ada juga beberapa kasus, pemberian yang dikasih pemerintah tidak sesuai dengan keinginan BUMN tersebut, sehingga rencana yang akan dilakukan kurang berjalan dengan baik,” tandasnya.
Sekedar informasi, Pemerintah telah mengalokasikan Rp37,38 triliun yang akan diberikan kepada sejumlah BUMN. Suntikan dana ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmawarta mengatakan, realisasi PMN hingga 10 November 2020 telah mencapai Rp16,95 triliun. Dana talangan ini telah diberikan kepada sejumlah perseroan pelat merah.
“Sampai 10 November 2020 telah dilakukan realisasi PMN sebesar Rp16,95 triliun,” katanya dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR Jakarta, Selasa (17/8).
Isa memaparkan, dana talangan tersebut telah diberikan kepada PT PLN (Persero) sebesar Rp5 triliun serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) (Persero) senilai Rp1 triliun .
“Untuk PNM ada dua batch, Rp1 triliun sudah dicairkan sementara Rp1,5 triliun sedang dalam proses InsyaAllah bulan ini bisa dicairkan,” ujarnya.
Kemudian, kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp3,5 triliun dari total Rp11 triliun, dan sisanya sebesar Rp7,5 triliun rencananya akan dicairkan pada Desember 2020.
Realisasinya untuk Hutama Karya Rp3,5 triliun dan ini ada dua batch. Pertama dalam alokasi awal di Anggaran Pendapatan Belanja Negara Rp3,5 triliun kemudian dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditambahkan lagi Rp7,5 triliun.
Selain itu juga telah dicairkan dana kepada PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF (Persero) Rp1,75 triliun untuk mendukung pembangunan perumahan serta PT Geo Dipa Energi (Persero) sebesar Rp0,7 triliun untuk pengembangan Dieng II dan Patuha II.
“SMF ada Rp1,75 triliun. Memang tadinya lebih dari Rp2 triliun tapi dalam rangka PEN kami koreksi jadi Rp1,75 triliun dan sudah dicairkan,” kata dia.[]

