Inspirasi Bisnis: Rendang Nantulang Meisya Siregar, Menuai Rezeki di Tengah Pandemi
BUMNINC.COM I Naik turun dalam bisnis adalah hal biasa. Kuncinya, jalani dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Karena tak ada kisah sukses, tanpa cerita kegagalan. Meisya Siregar membuktikannya, bisnis rendangnya menuai panen di tengah pandemi, sementara usaha busana muslimnya terus berinovasi.
Doyan makan, menjadi awal cerita Meisya berbisnis jualan rendang. Alkisah, suami Meisya yakni musisi Bebi Romeo sangat gemar rendang buatan keluarga Meisya. Di setiap perayaan Idul Fitri, sajian rendang keluarga Meisya-lah yang paling dinanti-nanti dibanding sajian rendang di rumah kerabat lain yang mereka sambangi.
Bebi lantas usul agar Meisya serius menjual rendang resep keluarganya. “Saya ragu, apa kata orang kalau saya jualan rendang, bisa-bisa dianggap nggak laku jadi artis,” kenang Meisya.
Meisya memberanikan diri untuk memulai berjualan rendang. “Awalnya hanya menjual sedikit itupun ditawarkan lewat sosial media Facebook dan BBM,” imbuh ibu tiga anak ini. Ternyata respons pasar cukup baik, Meisya pun kian yakin serius mengelola bisnis rendangnya.
Sang suami memberi Meisya salah satu ruangan di kantornya sebagai dapur produksi rendangnya. Meisya mulai mencari peralatan, juru masak, dan tenaga admin. “Merek Nantulang juga datang dari suami. Nama ini menegaskan bahwa orang Batak juga bisa bikin rendang,” tegas Meisya. Nantulang sendiri merupakan bahasa batak yang berarti tante.
Sejak tahun 2012 Meisya serius mengelola Rendang Nantulang. Ia meramu formula resep yang tepat, sampai mencari format packaging dengan cara di vakum supaya rendang tetap awet dan tidak rusak. Apalagi kebanyakan konsumen membeli Rendang Nantulang sebagai stok makanan, bekal saat travelling, bahkan sebagai buah tangan.
