Okupansi Sempat Single Digit, HIN Tak Lakukan PHK Selama Pandemi
BUMNINC.COM I Industri hotel menjadi salah satu yang paling terpukul akibat pandemi COVID-19. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, selama 2020 diperkirakan industri hotel kehilangan pendapatan potensial sampai Rp50 triliun.
Ia menjelaskan, kerugian di industri hotel dan restoran terjadi karena pandemi COVID-19 yang melahirkan kebijakan pembatasan oleh pemerintah membuat cash flow atau arus kas berantakan.
PHRI Yogyakarta pada Februari lalu melaporkan, setidaknya ada 50 hotel dan restoran di Yogyakarta yang terpaksa tutup permanen karena tak sanggup lagi menutupi biaya operasional. Hal yang sama terjadi pula di Jawa Barat, dimana ratusan hotel bangkrut lantaran pandemi.
PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang mengelola 14 hotel dan resor di Sumatera, Jawa dan Bali ini ternyata mengalami kesulitan yang sama akibat pandemi, walau statusnya sebagai perusahaan pelat merah.
