Adhi Karya Targetkan Genjot Pendapatan 2021 Sebesar 20 Persen
Dengan begitu, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru tahun ini senilai Rp 19,84 triliun atau lebih tinggi dari perkiraan semula yang hanya Rp 15,43 triliun.
Meskipun perkiraan laba bersih perseroan tahun 2020 direvisi turun dari Rp 45 miliar menjadi Rp 36 miliar. Perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 10,92 triliun menjadi Rp 10,61 triliun.
ADHI satu-satunya BUMN konstruksi yang diperkirakan membukukan pertumbuhan kontrak baru sepanjang tahun 2020, menurut analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael.
Sejauh ini, Perseroan tengah mengerjakan proyek LRT jalur I Cawang-Cibubur dengan progres 92,4%, jalur II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 76,6%, dan jalur III Cawang-Bekasi Timur sebesar 88,7%.
Proyek tersebut juga telah menerima 16 set kereta. Pengoperasian LRT jalur I diperkirakan mulai semester I-2021 dan beroperasi penuh pada November 2021. Perseroan juga sedang menggarap depo LRT di Bekasi Timur dengan progress sebesar 31,4% dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2021.
Sementara, untuk pembayaran kontrak depo tersebut diperkirakan pada 2022 senilai Rp 4,2 triliun. Pembayaran proyek LRT Jabodetabek yang telah diterima perseroan hingga kini telah mencapai Rp 10,8 triliun dari total anggaran Rp 23,2 triliun.[]
MM
