Askrindo Berikan Penghargaan Kepada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ia menuturkan bahwa dirinya sangat menikmati menjadi guru PAUD yang telah ditekuni sejak tahun 2015.
Dirinya memaparkan, banyak suka duka yang dihadapi.
“Sukanya, dapat menambah pengalaman di dunia anak, lalu wawasan tentang anak dan menggali tentang karakter anak didik,” katanya bersemangat.
Adapun dukanya, Sri menuturkan bahwa pengabdiannya pernah berimbalan atau bergaji hanya Rp100 ribu per bulan. Belum lagi dirinya juga kerap diremehkan orang lantaran tidak layak mengajar dengan ijazah SMA Kejar Paket C.
“Tetapi saya tidak gentar, saya hadapi semua ini dengan sabar dan keyakinan kalau saya mampu melalui ini semua,” ujarnya.

