Bagaimana Teknologi Digital Dampingi Fungsi Medis
BUMNINC.COM | Setelah dunia memasuki masa digitalisasi. Diiringi dengan peningkatan fasilitas dan infrastruktur akses internet yang menjadi pasangan paling serasi bagi platform digital selama ini.
Perkembangan selanjutnya, dunia bahkan hampir mengalami perlihan dari tatap muka menuju dunia virtual. Orang-orang kreatif berhasil mengadopsi banyak aktifitas fisik ke ruang virtual. Mulai dari komunikasi sosial hingga ekonomi ditransformasikan ke ruang digital.
Alhasil, setiap tahun bahkan setiap harinya pengguna internet selalu bertambah. Di Indonesia misalnya, hingga kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi berdasakan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Jumlah ini bertambah sekitar 25,5 juta pengguna dibandingkan tahun lalu. Namun, masih banyak barangkali yang memandang transformasi digital ini kea rah dunia medis. Sebabnya, terutama bagi Kesehatan fisik harus terlibat langsung dengan fisik. Alias penanganan langsung dan tatap muka dengan dokter.
Padahal, beberapa diantaranya bisa kita ambil manfaat dari transformasi digital ini untuk urusan medis. Dikutip dari artikel yang diterbitkan Klikdokter, diantaranya:
Diagnosis Melalui AI
Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk melaksanakan berbagai fungsi seperti manusia. Dalam bidang kesehatan, AI dapat berupa chatbot atau asisten virtual yang bisa berfungsi sebagai administrator atau customer service.
AI juga bisa berupa mesin untuk melakukan diagnosis penyakit atau pemeriksaan tertentu. Bahkan, kini tengah dikembangkan robot untuk membantu dokter dalam melakukan operasi-operasi dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

