Bandara Ngurah Rai Tersibuk Sepanjang 2022, Layani 12,5 Juta Penumpang
Lebih lanjut, Faik mengungkapkan pada 2021, Bandara Ngurah Rai hanya menempati urutan ketiga bandara AP I dengan jumlah pergerakan penumpang terbanyak dengan 3,7 juta penumpang. Jumlah tersebut jauh di bawah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 6,7 juta penumpang dan Bandara Juanda Surabaya dengan 5,9 juta penumpang.
“Dengan semakin membaiknya penanganan pandemi COVID-19 secara nasional dan global serta semakin mudahnya aturan perjalanan udara domestik dan internasional, menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat udara,” kata Faik.
Berikutnya, AP I juga membeberkan bahwa jumlah penumpang Bandara Ngurah Rai sepanjang 2022 terbagi menjadi 7.855.820 pergerakan penumpang rute domestik, 4.543.402 pergerakan penumpang rute internasional, dan 120.587 pergerakan penumpang transit domestik.
Sedangkan untuk pergerakan pesawat udara terdiri atas 61.544 pergerakan penumpang rute domestik dan 26.014 pergerakan penumpang rute internasional.
“Jumlah pergerakan penumpang dan pesawat rute internasional mengalami lonjakan yang luar biasa tinggi, dari 5.619 pergerakan di 2021 menjadi 4.543.402 pergerakan di 2022 dan untuk pesawat dari 1.355 pergerakan menjadi 26.014 pergerakan di 2022,” ucap Faik.
AP I pun mensyukuri aktivitas penerbangan saat ini berangsur-angsur pulih, tercermin langsung di bandara-bandara AP I yang mayoritas merupakan bandara dengan destinasi pariwisata.
“Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan bandara yang pertama kali ditetapkan oleh pemerintah sebagai pintu masuk wisatawan internasional pada masa pandemi COVID-19, tepatnya pada Maret 2022 lalu. Sejak saat itu, jumlah pergerakan penumpang rute internasional yang masuk ke Bali terus mengalami pertumbuhan setiap bulannya dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 58 persen pada rentang Maret hingga Desember 2022,” tuturnya.
