Bio Farma butuh tujuh tahun kembangkan 24 bahan baku obat domestik
Katalog elektronik tersebut merupakan media pemasaran produk farmasi yang dibeli oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk memasok obat-obatan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam negeri.
Honesti mengatakan pengembangan fasilitas produksi 24 bahan baku obat dalam negeri yang ditargetkan rampung dalam tujuh tahun, sempat terkendala oleh situasi pandemi COVID-19. “Tapi kan ada pandemi, kami dorong terus. Komitmen kami sudah berjalan sejak awal, tidak mungkin kami mundur,” katanya.
Honesti berharap, peran Bio Farma dalamL pengembangan 24 jenis bahan baku tersebut dapat menekan angka ketergantungan impor Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 90 persen lebih.
“Kenapa bahan baku obat Indonesia 90 persen lebih masih impor, karena industri farmasi di Indonesia berpikir lebih murah beli bahan baku impor daripada berinvestasi dalam negeri,” katanya.

