BRI Siapkan 6 Program Tuk Perluas Jangkauan Akses Keuangan Pelaku UMKM
Terakhir, BRI hendak mengoptimalkan edukasi dan pendampingan terhadap nasabah agar kapabilitas mereka dalam menjalani usaha bertambah.
Sunarso menyebut prospek pertumbuhan bisnis UMi di Indonesia cukup besar, lantaran sebuah hasil survei pada 2018 lalu menyebut ada 45 juta nasabah ultra mikro di Indonesia yang membutuhkan pendanaan. Akan tetapi, dari jumlah tersebut baru ada 15 juta nasabah yang sudah terlayani lembaga pembiayaan formal seperti bank, Pegadaian, PNM, BPR, dan tekfin.
Dia menjabarkan, jadi masih ada 30 juta nasabah UMi yang belum tersentuh akses lembaga keuangan formal. Dari jumlah tersebut, imbuh Sunarso, 5 juta di antaranya masih dilayani rentenir yang bunganya 100%-500% per tahun. Kemudian 7 juta lagi masih meminjam ke kerabat. Sedangkan 18 juta pengusaha lainnya belum tersentuh lembaga pembiayaan.
“Maka potensinya itu yang akan disasar grup holding UMi sudah tentu prioritas pertama yang 18 juta (pengusaha belum tersentuh layanan pembiayaan). Baru kemudian kami sasar yang selama ini sudah dilayani rentenir, keluarga, dan sudah dapat pembiayaan tapi butuh tambahan,” kata Sunarso.
Sepanjang 2021, kredit yang disalurkan BRI kepada pelaku usaha ultra mikro telah menembus angka Rp202,12 triliun. Jumlah ini setara 19,39% total kredit yang diberikan BRI sepanjang 2021.
Kredit Rp202,12 triliun untuk pelaku usaha UMi disalurkan kepada nasabah yang mendapat layanan dari tiga entitas pada Holding Ultra Mikro yaitu BRI, PNM, dan Pegadaian. Rinciannya, kredit UMi yang merupakan nasabah BRI totalnya Rp113,41 triliun. Kemudian, ada Rp55,42 triliun pembiayaan disalurkan bagi UMi pengakses layanan Pegadaian, dan Rp33,29 triliun kepada pelaku usaha UMi nasabah PNM.
