Bubarkan BUMN Rugi
Perusahaan milik negara juga tidak hidup dalam ruang udara hampa. Banyak stakeholder yang berusaha untuk mempengaruhinya dengan cara melakukan intervensi. Apabila pimpinan BUMN tidak cukup kuat menghadapi intervensi ini, maka kondisi kinerja perusahaan bisa menjadi taruhannya. Implementasi good corporate governance menjadi tantangan utama yang harus bisa dikerjakan dengan lugas.
Secara obyektif beberapa situasi yang tidak menguntungkan ini menyebabkan kinerja BUMN menjadi tidak optimal. Namun tentu tidak menjadi alasan kenapa perusahaan negara ini menjadi kurang mampu menunjukkan daya saingnya. Melihat banyak BUMN milik China yang masuk jajaran Fortune 100 memberikan indikasi bahwa sejatinya perusahaan negara juga bisa unjuk gigi.
Bagaimana memperbaiki kondisi supaya kinerja BUMN lebih baik ke depan? Sudah sering kita dengar keinginan Kementerian BUMN supaya lebih banyak perusahaan negara masuk jajaran elit global.
Salah satu cara yang bisa diusulkan adalah membuat fokus bisnis BUMN yang berorientasi komersial, dipisahkan dari fungsi pelayanan publik. Jadi ada kelompok entitas yang melayani dua segmen yang berbeda. Dengan fokus ini maka BUMN bisa dipacu sepenuhnya sebagai entitas yang mengejar daya saing dan mengejar orientasi profit.
Melakukan upaya menjadikan lebih banyak perusahaan negara menjadi public listed company (Tbk) juga adalah alternatif yang bagus. Sebagai BUMN Tbk maka upaya penegakan Good Corporate Governance (GCG) perusahaan bisa lebih baik. Hasil riset menunjukkan sebagian besar kinerja BUMN yang sudah terdaftar di bursa lebih baik disbandingkan dengan BUMN yang belum go public.
