Bubarkan BUMN Rugi
Upaya mengurangi Pareto BUMN dengan cara pembentukan holding perusahaan perlu dilakukan secara lebih optimal. Tujuan holding bukan saja mengurangi jumlah BUMN an sich, namun yang lebih penting bisa menumbuhkan value creation.
Artinya holding perusahaan BUMN akan memberikan value yang jauh lebih tinggi dibandingkan masing-masing BUMN berdiri sendiri. Perlu Langkah yang lebih keras dalam implementasi post merger integration supaya hasil sinergi bisa menciptakan value creation yang signifikan bagi BUMN.
Apabila Langkah-langkah perbaikan sudah dilakukan dan BUMN masih rugi, apa langkah selanjutnya? Apakah langsung dibubarkan saja?
Indikator paling sederhana untuk mengukur ini sebenarnya bisa dilihat dari dua sisi. Pertama adalah dengan melihat apakah barang/jasa yang dihasilkan BUMN tersebut masih vital atau strategis bagi negara atau publik. Sisi kedua adalah melihat bagaimana situasi internal terkait tingkat kesehatan BUMN tersebut.
Tentu posisi ideal adalah apabila BUMN ada di kuadran dimana produknya dianggap strategis dan masih dibutuhkan publik serta kondisi internalnya cukup sehat. Bagaimana kalau posisi ada di kuadran produk atau jasa masih strategis namun kondisi keuangan tidak sehat? Tentu BUMN di posisi ini perlu disehatkan dengan berbagai opsi restrukturisasi supaya kemudian bisa memiliki kinerja yang lebih baik.
BUMN mana yang perlu dibubarkan? Apabila perusahaan negara tersebut ada di kuadran dimana produk atau jasa nya sudah tidak strategis (sudah ada pengganti ) dan kondisi internal keuangan perusahaan sudah tidak sehat karena merugi cukup dalam. Dalam posisi ini maka opsi pembubaran atau likuidasi BUMN bisa dipertimbangkan. Rencana Kementerian BUMN melaksanakan divestasi 7 BUMN saat ini terutama masuk pada situasi kuadran seperti ini.
Pernyataan keras Presiden soal pembubaran BUMN tentu harus menjadi cambuk buat pengelolaan kinerja yang lebih baik ke depan. Kita optimistis BUMN ideal masa depan yang menonjolkan karakter daya saing, agilitas, serta global mindset bisa terwujud. Kesempatan sudah diberikan untuk berkembang, kita tunggu hasil terbaiknya. Semoga.
Toto Pranoto -Dewan Pakar BUMNINC
