DAHANA Optimis Selesaikan Proyek PLTA Batang Toru Tepat Waktu
Tim peledakan DAHANA yang dipimpin oleh Site Coordinator Teguh Widodo bekerja secara shifting selama 24 jam perharinya. Untuk mendapatkan hasil terbaik, DAHANA menggunakan bahan peledak Dayagel Extra, Dayadet Non Electric Detonator serta Detonating Cord yang diproduksi oleh Energetic Material Center DAHANA.
“Pekerjaan non-stop menjadi perhatian tersendiri bagi DAHANA, untuk menjaga stamina dan kualitas peledakan, site coordinator mengatur man-power secara efektif saat bekerja. Selain itu, team di lapangan juga menjalankan prinsip K3 secara ketat untuk mewujudkan Zero Accident dalam membangun PLTA Batang Toru,” ujar Setio Budhianto.
PLTA Batang Toru nantinya akan memproduksi 4 x 127,5 MW per tahun. Selain itu, dengan PLTA ini, Indonesia dapat mengurangi emisi karbon sebesar 16 megaton pertahun. PLTA Batang Toru juga dapat mengurangi belanja negara Rp 54 triliun setiap tahunnya. Dengan hasil energi yang besar, PLTA Batang Toru hanya membutuhkan lahan seluas 122 ha.
Pembangunan PLTA ditargetkan rampung pada tahun 2026 dan dapat beroperasi melayani kebutuhan listrik di Sumatera serta memperkuat pasokan listrik Jawa-Bali. Pembangunan PLTA Batang Toru diklaim ramah lingkungan, karena target pembangunan adalah untuk turut serta dalam mencegah pemanasan global dengan mengurangi ketergantungan pada energi yang menghasilkan emisi karbon, sehingga dalam prosesnya baik dari perencanaan, pembangunan, hingga operasi, PLTA Batang Toru memenuhi berbagai standar ketat lingkungan.
