Di Masa PPKM, Berikut Produk-Produk yang Laris Terjual
Dalam kategori Kesehatan, kita bisa melihat bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan kini semakin tinggi dibanding masa awal pandemi. Mereka tidak saja fokus pada pencegahan dengan menjaga imun, tapi terus mawas diri dengan membeli peralatan bantu medis yang bisa menjadi indikator ketika kondisi tubuh menurun.
GROCERIES (BELANJA RUMAH TANGGA)
Kategori Groceries meningkat dua minggu sebelum PPKM dengan puncak peningkatan sebesar 2x lipat pada masa PPKM. ShopBack juga mencatat kenaikan transaksi hingga 4x lipat dari toko groceries resmi pada e-commerce sejak tiga minggu sebelum PPKM. Produk-produk yang penjualannya meningkat pesat sejak dua minggu sebelum hingga pada masa PPKM adalah: sabun mandi antiseptik, popok bayi, susu segar dan pasteurisasi, sayur dan buah-buahan, produk pembersih luar rumah, dan puncaknya pada masa PPKM adalah produk sanitasi tangan dan beras.
Jenis produk yang meningkat terbagi tiga: yang merupakan kebutuhan sehari-hari yang habis dimakan, produk kebersihan dan sanitasi untuk pencegahan penyebaran virus, dan produk bayi.
ELEKTRONIK & HIBURAN (ELECTRONICS & ENTERTAINMENT)
Dengan pemberlakukan PPKM, keinginan konsumen untuk menciptakan suasana rumah senyaman dan seaman mungkin kembali muncul. Tiga minggu menjelang PPKM, penjualan Air Purifier meningkat dan mencapai puncak 8x lipat pada masa PPKM. Tidak hanya itu, peralatan elektronik rumah tangga lainnya juga meningkat sangat pesat, seperti stand mixer yang terjual 198x lebih tinggi, rice cooker yang terjual 62x lebih tinggi, dan setrika yang terjual 55x lebih tinggi.
ShopBack juga mencatat kenaikan penjualan produk entertainment dan home and living dua minggu menjelang PPKM, dan puncaknya, pembelian meningkat hingga 2x lipat pada masa PPKM.
Seminggu sebelum PPKM, penjualan produk elektronik lainnya meningkat 2x lipat, dengan kenaikan produk terlaris jatuh pada Smart Devices, terjual 29x lebih tinggi. Pembelian handphone dan tablet pun naik 1,4x lipat. Momen ini juga bertepatan dengan tahun ajaran baru yang dimulai di pertengahan Juli, di mana para pelajar harus kembali belajar online.






