Epidemiolog Minta Masyarakat Segera Vaksinasi dan Tak Remehkan Omicron
“Di sisi lain adanya Omicron ini memang akan ada sebagian orang yang belum divaksinasi akhirnya terinfeksi. Bagi sebagian kecil yang penyintas dalam artian tidak mengalami long covid atau tidak mengalami fatalitas hingga meninggal, dia akan memiliki sedikit bekal imunitas. Tapi dia harus segera divaksinasi,” ujar dia.
Namun, menurutnya, disiplin menjalankan protokol kesehatan yang mencakup pemakaian masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Termasuk menjauhi kerumunan dan mengurangi melakukan mobilitas yang tak diperlukan itu, juga harus melengkapi vaksinasi agar pertahanan tubuh semakin optimal.
Sementara guna mendukung perlindungan kekebalan dalam masyarakat terjaga, Dicky menyarankan kepada pemerintah untuk segera mengejar cakupan vaksinasi setidaknya mencapai 80 persen secara nasional atau paling minimal dapat mencapai 70 persen. Supaya ketika terdapat pergerakan dari masyarakat, risiko penularan jauh lebih kecil.
Sedangkan pada vaksin penguat (booster), ia berharap pemerintah dapat memperluas cakupan setidaknya mencapai 50 persen dari total kelompok yang berisiko yang sudah menurun atau total secara umum dari populasi di Indonesia agar masyarakat dapat aman dan terlindungi.
Termasuk dalam menggencarkan upaya mitigasi melalui 3T (testing, tracing dan treatment) dan dilakukan merata di semua daerah yang ada di luar pulau Jawa-Bali.
“Kelompok rentan harus diperkuat dengan penguat (booster). Semua harus kembali ke leadership dan strategi komunikasi bencana. Vaksinasi penguat (booster) saja Indonesia masih di bawah lima persen, masih rawan sekali dan potensi kematian tinggi, dua dosis saja kurang di luar Jawa-Bali, ini berisiko,” ucap dia.

