Geliat Pindad Tapaki Bisnis Dual Use di Tahun Pandemi
BUMNINC.COM | Investasi Dengan Waterbury & Pembangunan Pabrik Munisi Baru
PT Pindad (Persero) menjalin kerjasama strategis di bidang amunisi dengan Waterbury Farrel, yang merupakan bagian Divisi dari Magnum Integrated Technologies Inc, dalam perhelatan International Monetery Fund (IMF) – World Bank tahun 2018. Keduanya sepakat untuk melakukan kemitraan strategis dengan nilai investasi sebesar US$100-Juta, dalam rangka pembangunan pabrik amunisi kaliber kecil. Kerjasama dengan model Build Operate Transfer (BOT), menjadi tujuan dalam mencapai penjualan 350 juta butir peluru per tahun, yang sebenarnya jumlah tersebut masih di bawah kebutuhan TNI-POLRI, yang membutuhkan sekitar 500 juta butir peluru per tahun.
Waterbury sendiri merupakan industri dan penyedia amunisi terkemuka, mempunyai pabrikan rolling mill, serta memiiki keahlian dalam peralatan untuk membentuk logam, metal rolling dan produk-produk industri pertahanan. Perusahaan ini juga memiliki keahlian dan pengalaman lebih dari 160 tahun di seluruh dunia.
Selaras dengan itu, peningkatan kemampuan Pindad dalam memproduksi amunisi sampai dengan 350 juta butir peluru per tahun, dapat mempengaruhi pendapatan Pindad sebesar Rp1,4 triliun rupiah per tahun, dikarenakan produksi amunisi sudah melakukan subtitusi impor sebesar Rp342 miliar per tahun. Adapun tujuan dari kerjasama ini, untuk mengembangkan fasilitas lini produksi amunisi kaliber kecil yang berlokasi di Indonesia, memenuhi kebutuhan TNI-POLRI dan membangun kemampuan dan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Dalam pelaksanaan kerjasama ini, Pindad akan menyediakan wilayah manufaktur dan keahlian tenaga kerja, sementara Waterbury akan menyediakan lini produksi amunisi, menjamin produk berkualitas tinggi dan harga yang bersaing untuk pasar Indonesia dan international. Waterbury juga memastikan penggunaan teknologi dan proses yang up to date, turn key solution dan membantu dalam pengembangan jaringan pemasaran dan penjualan global yang kuat, dengan membangun program jangka panjang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas baik amunisi maupun kemampuan manufaktur Pindad agar dapat bersaing di kancah internasional.
Selanjutnya, PT Pindad (Persero) juga berencana untuk melakukan “peletakan batu pertama” pabrik produksi amunisi kaliber sedang di Malang, Jatim, pada tahun 2020 ini, salah satu persiapannya adalah dengan melakukan kontrak pengadaan mesin produksinya, dari sini kita akan mendefinisikan produknya maka tahun depan sudah bisa memulai pembangunan,” ujar General Manajer Senjata Pindad Yayat Ruyat di Sentul, Bogor, pada Selasa (9/4). Yayat menjelaskan bahwa pabrik produksi amunisi kaliber sedang (20mm – 40mm) tersebut akan berlokasi di Malang, Jawa Timur.
Kita akan membangun lini produksi amunisi kaliber sedang, untuk membangun lini produksi tersebut, pindad perlu mendengar masukkan dan saran dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pengguna produk PT.Pindad. Dalam rangka menguasai teknologi amunisi kaliber besar maka Pindad perlu menguasai terlebih dahulu teknologi amunisi kaliber sedang (20mm sampai dengan 40mm) yang merupakan amunisi pertengahan atau antara kaliber kecil dan besar.
GM Senjata Pindad pun menilai potensi amunisi kaliber sedang untuk kebutuhan dalam negeri bisa menghemat devisa hingga triliunan rupiah. Data dari Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI, bahwasanya rencana strategis atau renstra lima tahun mendatang terdapat dana Rp 3 triliun, jadi dengan kita melakukan produksi mandiri maka kita bisa menghemat devisa triliunan rupiah.
Selain itu, menurut beliau, penguasaan teknologi amunisi kaliber sedang juga memiliki nilai strategis yakni Indonesia bisa mandiri, memiliki daya tawar dan daya gentar terhadap ancaman yang datang dari luar. Untuk ekspor sangat terbuka, jikalau kita melihat data yang ada di pasar global, saat ini perkembangan di regional ASEAN maupun di regional Asia Selatan & Asia Pasifik yang sedang memanas seperti Laut Tiongkok Selatan, ketegangan antara India-Pakistan dan semenanjung Korea menjadikan kebutuhan amunisi ini sangat besar. Pindad sedang membangun kemampuannya di bidang amunisi dan tantangan ke depan bagi Pindad adalah masuk ke amunisi kaliber besar.
